Pages

Subscribe:

Sabtu, 07 Januari 2012

MOTIVASI DAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN


A.    PENGERTIAN MOTIVASI
Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar (koeswara,1989; siagian 1989; schein 1991; biggs & telfer 1987).
Tiga komponen utama dalam motivasi yaitu:
·         Kebutuhan
Kebutuhan terjadi bila individual merasa ada ketidak seimbangan antara apa yang ia miliki dan yang ia harapkan.
·         Dorongan
Dorongan merupakan kekuatan mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan atau pencapaian tujuan. Dorongan yang berorientasi pada tujuan tersebut merupakan inti motivasi.
·         Tujuan
Tujuan adalah hal yang ingin dicapai oleh seorang individu. Tujuan tersebut mengarahkan perilaku dalam hal ini perilaku belajar.
B.     FUNGSI MOTIVASI DALAM BELAJAR
·         Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir.
·         Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya.
·         Mengarahkan kegiatan belajar.
·         Membesarkan semangat belajar, serta
·         Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja (disela-selanya adalah istirahat atau bermain) yang bersinambung.
·         Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.
·         Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai.
·         Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
C.    MACAM-MACAM MOTIVASI DAN CONTOH MOTIVASI
1.      Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya.
a)      Motif-motif bawaan
Yang dimaksud dengan motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir, jadi motivasi itu ada tanpa dipelajari. Sebagai contoh misalnya: dorongan untuk makan, dorongan untuk minum, dorongan untuk bekerja, untuk beristirahat, dorongan seksual.
b)      Motif-motif yang dipelajari
Maksudnya motif-motif yang timbul karena dipelajari. Sebagai contoh: dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan, dorongan untuk mengajar sesuatu di dalam masyarakat.
2.      Jenis motivasi menurut pembagian dari woodworth dan marquis.
a.       Motif atau kebutuhan organis, meliputi misalnya: kebutuhan untuk minum, makan, bernafas, seksual, berbuat dan kebutuhan untuk beristrirahat.
b.      Motif-motif darurat. Yang termasuk dalam jenis motif ini antara lain: dorongan untuk menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, untuk berusaha, untuk memburu.
c.       Motif-motif objektif. Dalam hal ini menyangkut kebutuhan untuk melakukan eksplorasi, melakukan penipulasi, untuk menaruh minat.
3.      Motivasi primer
Adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia. Manusia adalah makhluk berjasmani, sehingga perilakunya terpengaruh oleh insting atau kebutuhan jasmaninya.
4.      Motivasi sekunder
Adalah motivasi yang dipelajari. Hal ini berbeda dengan mitivasi primer. Menurut  beberapa ahli, manusia adalah makhluk sosial. Perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh faktor biologis saja, tetapi juga faktor-faktor sosial.
            Perilaku manusia terpengaruh oleh 3 (tiga) komponen yaitu:
a)      Komponen afektif adalah aspek emosional. Komponen ini terdiri dari motif sosial, sikap, dan emosi.
b)      Komponen kognitif adalah aspek intelektual yang terkait dengan pengetahuan.
c)      Komponen konatif adalah terkait dengan kemampuan dan kebiasaan bertindak.
5.      Motivasi instrinsik dan ekstrinsik
a)      Motivasi instrinsik
Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh seseorang yang senang membaca, tidak usaha ada yang menyuruh atau mendorongnya, ia sudah rajin mencari buku-buku untuk dibacanya.
b)      Motivasi ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik Adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Sebagai contoh seseorang itu belajar, karena tahu besok paginya akan ujian dengan harapan mendapatkan nilai baik, sehingga akan dipuji oleh pacarnya, atau temannya.
D.    JENIS-JENIS AKTIVITAS DALAM BELAJAR
Sekolah adalah salah satu pusat kegiatan belajar. Dengan demikian, di sekolah merupakan arena untuk mengembangkan aktivitas. Paul B. Diedrich membuat suatu daftar yang berisi 177 macam kegiatan siswa yang antara lain dapat digolongkan sebagai berikut :
1.      Visual activities, yang termasuk di dalamnya misalnya, membaca, memerhatikan gambar demontrasi, percobaan, pekerjaan orang lain.
2.      Oral activities, seperti: menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interuksi.
3.      Listening activities, sebagai contoh mendengarkan: uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato.
4.      Writing activities, seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan, angket, menyalin.
5.      Drawing activities, misalnya: menggambar, membuat grafik, peta, diagram.
6.      Motor activities, yang termasuk didalamnya antara lain:  memerlukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain, berkebun, beternak.
7.      Mental activities, sebagai contoh misalnya: menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan.
8.      Emotional activities, seperti misalnya, menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, gugup.



SUMBER
Dimyati dan mujiono.(2009).Belajar dan Pembelajaran.Jakarta:Rineka cipta
Sardiman.2007.Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta:Raja Grafindo Persada


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar